Awal kisah Desa Negeri Jemanten dimulai dari Buana Sakti ke bawah (Desa Sidumukti) mengikuti aliran sungai, dulunya warga desa itu tinggal di pinggiran Sungai Batanghari, desa Negeri Jemanten memiliki 2 desa pecahan yaitu Negeri Agung dan Nabang Baru, ketiganya masih berada pada satu kecamatan yaitu Margo Tigo atau Marga Tiga sebutan sekarang yang artinya memiliki 3 marga yaitu Beliuk, Nuban Bukit Tinggi dan Selagai Gedong Wani itulah yang mengisi Marga Tiga, untuk Negeri Jemanten sendiri diisi oleh marga Beliuk yang Dimana marga Beliuk termasuk dalam satu keluarga besar yang disebut Abung Siwo Migo yang artinya Abung adalah kelompok Masyarakat dan Siwo artinya Sembilan dan Migo artinya marga dan kemudian mulai terbentuklah pemerintah desa.
Desa Negeri Jemanten pertama kali berdiri pada Tahun 1800 yang pertama kali dijabat oleh Bapak Juru Meno yang ketika itu ditunjuk oleh Masyarakat dan para tokohnya guna memegang kendali desa Negeri Jemanten (Pejabat Sementara) tersebut. Desa Negeri Jemanten terbentuk dari beberapa hal di antaranya: Luas nya wilayah 19.66 km2 meliputi 7 Dusun (Dusun 01 Negeri Jemanten, Dusun 02 Melaris, Dusun 03 Melaris dan Trobosan, Dusun 04 Melaris Timur, Dusun 05 Kampung Bali, Dusun 06 Blitar Rejo dan Dusun 07 Ululinjing) dengan jumlah kepadatan penduduk ketika itu mencapai sekitar 4.073 jiwa, Serta dorongan dari Undang-Undang nomor 06 tahun 2014 dan Masyarakat. Dalam menjalankan pemerintahan tingkat desa dan kesehariannya, Kepala Desa dibantu oleh Perangkat Desa, RT dengan jumlah wilayah RT sebanyak 26 RT dan tokoh masyarakat. Berdasarkan keterangan dari para orang tua, tokoh masyarakat serta catatan-catatan yang ada di Desa Negeri Jemanten, dapat di susun yang pernah menjabat ataupun menjadi Kepala Desa Negeri Jemanten sebagai berikut :
| NO |
Nama Kepala Desa |
Masa Bhakti Jabatan |
| 1 |
Juru Meno |
Tahun 1800 – 1811 |
| 2 |
Haji Man Syarif |
Tahun 1812 – 1829 |
| 3 |
Suttan Idayat |
Tahun 1830 – 1890 |
| 4 |
Suttan Pangeran |
Tahun 1891 – 1917 |
| 5 |
Suttan Ratu Pengawo |
Tahun 1918 – 1929 |
| 6 |
Abdul Gani Glr. Pangeran Kesuma Ratu |
Tahun 1930 – 1933 |
| 7 |
Suttan Pucuk |
Tahun 1934 – 1936 |
| 8 |
Ilyas, Glr Kepala Ratu |
Tahun 1937 – 1940 |
| 9 |
H.M.Nur Gelar Suttan Pangeran |
Tahun 1941 – 1949 |
| 10 |
Pangeran Puncak |
Tahun 1950 – 1952 |
| 11 |
Pangeran Adi Suttan |
Tahun 1953 – 1959 |
| 12 |
Suttan Ratu Sangun |
Tahun 1960 – 1971 |
| 13 |
Soekari |
Tahun 1972 – 1979 |
| 14 |
Sukidjo |
Tahun 1980 – 1987 |
| 15 |
Martono |
Tahun 1988 – 1989 |
| 16 |
Sukidjo |
Tahun 1990 – 1992 |
| 17 |
Buchori |
Tahun 1993 – 1994 |
| 18 |
Drs Didit Sumardiono |
Tahun 1995 – 1998 |
| 19 |
Warsito |
Tahun 1999 – 2000 |
| 20 |
Drs. Didit Sumardiono |
Tahun 2001 – 2002 |
| 21 |
Bambang Hartono |
Tahun 2003 – 2011 |
| 22 |
Drs. Didit Sumardiyono |
Tahun 2012 – 2017 |
| 24 |
Drs. Didit Sumardiyono |
Tahun 2018 – 2023 |
| 25 |
Halim Bangsawan, S.H. |
Tahun 2024 – Sekarang |